Lifia membuka matanya ketika wajahnya telah basah terkena air dan saat ini ternyata telah berada dibathup. Ia melihat sosok Defran yang dengan wajah datarnya menyiramnya air shower dengan pelan dan dulu jika ia belum menikah Defran akan menyiramnya dengan kasar. Begitu terlihat perbedaan prilaku Defran saat ini padanya. "Mandi Lifia sudah subuh!" Ucap Defran. "Saya mau sholat subuh dimesjid bersama Ronal dan Altaf!" Ucap Defran. "Iya, Mas," ucap Lifia dan Defran mengelus kepala Lifia dengan lembut, lalu ia segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Sepertinya Lifia harus terbiasa dibangunkan oleh Defran dengan dimandiin seperti ini atau mungkin dengan cara lain agar ia bisa segera terbangun. Cara apapun bisa saja Defran lakukan saat ini padanya dan itu membuat wajahnya lagi-lag

