Jika Lifia dan Defran saat ini menikmati kebahagiaannya berbeda dengan asistennya Sandra yang saat ini sedang sangat pusing memikirkan nasib rumah tangganya. Sandra bahkan sama sekali tidak tidur, hingga membuat wajahnya terlihat sangat menyedihkan pagi ini. Sandra bahkan tidak berniat untuk keluar dari kamarnya, meskipun tadi ia sempat memandikan Dikta namun ia merasa ia tidak bisa terus berada di kamar ini. Sebenaranya Sandra hanya tidak ingin berbicara dengan Marco saat ini, karena jujur saja ia sangat kesal kepada Marco. Sandra melihat jam diponselnya yang menunjukkan pukul delapan pagi, sepertinya Marco telah mengantar Dikta ke sekolah membuatnya segera mandi dan setelah memakai daster rumahan, ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar ini. Sandra melihat dua orang maid tersenyum ra

