Panik dan pamit

1179 Kata

Defra menghentikan mobilnya diparkiran Mall membuat Lifia mengerutkan dahinya karena harusnya Defran hanya menurunkannya di depan lobi mall. Defran mengalihkan pandangannya menatap Lifia yang saat ini juga sedang menatapnya. "Mas..." panggil Lifia. "Ada apa?" Tanya Defran. "Mas kenapa nggak nuri in aku dilobi aja, nggak usah parkir?" Tanya Lifia. "Bukan kamu saja yang mau ketemu dengan keluarga kita, saya juga akan bertemu dengan mereka," ucap Defran. "Maksudnya Mas juga janjian gitu sama Mas Serkan dan yang lainnya?" Tanya Lifia. "Iya," ucap Defran membuat Lifia membuka mulutnya. "Kok gitu? Janjiannya di mana Mas?" Tanya Lifia. "Di Restauran tempat kamu janjian," ucap Defran. "Bukan kamu saja yang ingin membahas acara bulan madu karena saya juga ingin mengatakan kepada mereka, ag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN