Meski sudah tiba di titik yang kuinginkan, tetapi aku belum ingin mengakhiri segala tentang kita. Tak apa, kan? . . "Mami, Mami ... cini dulu cebental coba, mau Cely bicikin cecuatu. Penting!" Apa, tuh? Cely haha-hihi centil. By the way, sampai usia lima tahunnya ini Cely masih secadel itu. Kenapa, ya? Wajar tidak, ya? Kadang Tania berpikir demikian. Sudah coba dia ajarkan agar bisa bicara huruf S dengan benar, barangkali huruf R masih terlalu sulit, makanya Tania kenalkan huruf S dulu. Namun, hasilnya nihil. Cely masih begini. "Apa, Sayang?" Tania menghampiri. Posisinya, Cely sedang berdiri di sofa dan bersandar. Hari ini di rumah itu sedang ramai. Kembali Kak Zinia berikut keluarga kecilnya datang, secara kebetulan berbarengan dengan kunjungan dari kembaran Mars yang membawa se

