Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat kalau kita sedang bahagia, ya? Padahal di saat-saat seperti ini, aku maunya waktu berlangsung lama ... atau henti sejenak. Bagaimana denganmu? . . Cely kaget bangun tidurnya tidak melihat nenek, melainkan papi di sisi kanan dan mami di sisi kiri. Ada bantal guling yang menjadi pembatas di antara dirinya dan mami. Mungkin itu supaya perut mami terlindungi kalau-kalau Cely tidurnya nendang sana-sini. Cely lalu merangsek mendekat kepada maminya, melingkarkan tangan di bantal guling. Yang mana saat itu tidur Tania terusik. Toh, sudah pagi. Cely melihat mami mengerjap, menatap ke arahnya, lalu Cely mengulas senyum. Mami juga senyum. Mengusap-usap pipi Cely. "Udah bangun, Cantik?" Cely mengangguk. "Mami, Mami bobok di cini? Nenek di mana?" "Di kam

