Dengar? Kubilang, aku juga mencintaimu. . . "Dulu ...." Tania menjeda ucapannya, membuat Mars menoleh dari yang semula rebah telentang menatap plafon. "Dulu?" celetuk Mars sebab Tania tak kunjung melanjutkan tutur katanya. Kan, dia penasaran. Dulu apa? Di tengah mereka ada Cely yang sudah jauh melambung ke alam mimpi, terlihat nyenyak dalam tidurnya. Ada pula bantal guling yang menjadi perisai perut buncit Tania, barangkali dalam tidurnya tak sengaja ketendang sang anak, jadi diberi penghalang. Tadinya mau Mars yang di tengah, lalu Cely di dekat kepala ranjang, sedang Tania di ujung sebelah Mars. Namun, tidak jadi. Biarlah Cely saja yang di tengah-tengah mereka. Well ... lain dengan Mars yang telentang, Tania rebah menyamping menghadap keluarga kecilnya. Kini dia dan Mars saling ber

