81. Penghakiman

1113 Kata

Pagi itu langit tampak cerah, tapi suasana kantor pusat Candra Group justru terasa mengandung ketegangan yang tidak biasa. Karyawan yang biasanya berjalan cepat menuju ruang kerja kini terlihat melambat. Beberapa bahkan saling menyikut dan berbisik pelan, matanya menatap ke arah yang sama—halaman depan gedung utama, tepat di mana mobil hitam Erik baru saja berhenti. Dari dalam mobil, Yurika menatap suaminya dengan tatapan khawatir. “Mas, tolong... jangan turun bareng aku. Setidaknya untuk hari ini. Aku nggak mau orang-orang memperbesar cerita,” ucapnya dengan suara setenang mungkin, meski ia sendiri gelisah. Erik, seperti biasa, hanya menoleh sebentar. Tatapannya tenang namun tegas. Ia tidak menjawab. Hanya membuka pintu sebelah kanan dan keluar dari mobil tanpa berkata sepatah kata pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN