82. Pengakuan Yuri

1105 Kata

Yurika ingin pergi ke toilet, akan tetapi sebelum wanita itu sampai di tujuan, pintu toilet perempuan terbuka memunculkan sosok Malika dari sana. Karena malas berhadapan dengan perempuan itu, Yurika balik badan. Tak jadi ke toilet dan berjalan cepat untuk kembali ke ruang kerjanya. Tak lama kemudian, Malika mengejarnya di koridor. “Yurika,” sapa Malika, senyum dingin terukir di bibirnya. Yurika berhenti. “Ada apa?” “Kau pikir kedatanganmu dengan Pak Erik pagi membuatmu merasa menang?” Yurika menatap Malika tenang. “Aku tidak ingin menang atau kalah. Aku hanya ingin bekerja. Seperti yang seharusnya.” “Dengan berjalan bersama Pak Erik. Kau ingin semua orang tahu kamu sudah menaklukkan semuanya?” Yurika menghela napas. “Malika, ini kantor. Bukan medan perang. Aku tidak datang untuk pam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN