Hari demi hari berlalu… Dara dan Jedidah kembali ke Jakarta. Kota yang sibuk, padat, dan penuh rutinitas—tempat di mana mereka kembali mengenakan wajah-wajah profesional. Dara kembali bekerja di Brillante de Sevilla, membawa pulang tumpukan laporan, mood klien yang naik turun, dan jadwal meeting yang nyaris tanpa jeda. Jedidah pun kembali ke ruang kaca Leviathan Timepiece, dunia waktu dan mesin presisi yang hanya bisa ditaklukkan oleh kepala dingin dan pikiran tajam. Keduanya kembali tenggelam dalam irama kerja—hidup sebagai pasangan muda yang tidak hanya membesarkan keluarga, tapi juga memegang tanggung jawab atas dua kerajaan bisnis besar. Namun, di rumah mereka yang luas, megah, dan selalu harum oleh diffuser mahal, ada satu realita yang tak pernah bisa mereka kendalikan sepenuhnya:

