Tidak sih, Dara dan Layla tidak ada masalah apa pun. Justru, setelah duduk di meja dan beberapa menit bercengkerama, Dara baru menyadari sesuatu yang lucu: kalau mereka tidak saling senggol dengan sinis, ternyata mereka bisa jadi satu tim yang cukup kompak. Bahkan—berpotensi berbahaya kalau sampai bersatu tujuan. Layla, dengan latar belakang hukum bisnis yang kuat, langsung tertarik saat mendengar Dara sedang menyusun rencana membuka usaha baru. “Jadi kamu kepikiran buka galeri juga?” tanya Layla sambil menyeruput jus-nya. “Iya. Semi galeri, semi butik. Tapi konsepnya belum mateng, makanya aku masih bingung soal perizinan dan model legalnya,” jawab Dara sambil memutar gelas di tangannya. “Kalau kamu butuh urusan perizinan, akta, izin usaha, aku bisa bantu. Sekalian aja, kita cari bentuk

