"Bay, gua mau sembuh demi anak dan istri gua." Bayu masih terdiam saat Yudistira kembali berkata dengan nada lirih. Isak tangis tak lama keluar dari bibir Yudistira membuat Bayu memejamkan mata sembari menghembuskan napas perlahan. Seumur pertemanannya dengan pria itu baru hari ini dia melihat Yudistira begitu rapuh seperti kaca yang mudah pecah hanya dengan satu sentuhan kecil. Bayu tahu jika dia hanya perlu diam untuk saat ini, banyak bicara akan semakin membuat Yudistira semakin merasa tertekan yang malah akan berakibat fatal bagi pria itu. "Lo mesti banyak berdoa minta sama Tuhan agar dikasih niat kesembuhan yang besar, karena hanya Dia yang sanggup melakukannya," ucap Bayu setelah dirasa Yudistira mulai tenang. "Thanks atas sarannya, Bay. Lo memang teman gua yang terbaik," ucap

