Teriakan Yudistira tentu saja memancing perhatian dari semua pengunjung restoran. Yudistira meringis karena tidak dapat menahan suaranya. Padahal cipratan kuah sup itu hanya sedikit mengenai kulit tangannya, tapi mengapa dia bertingkah seperti terkena luka bakar tingkat 3 saja? "Malu-maluin aja kamu, Yudistira. Lihat semuanya melihat ke arah kamu 'kan." Maki Yudistira di dalam hatinya. "Maafkan saya yang kurang hati-hati membawa makanan, sampai tangannya Mas jadi terkena cipratan kuah panas." Yudistira menoleh dan menyadari jika yang membawa makanan itu adalah seorang pria seusianya. "Nggak apa-apa, Mas. Nanti akan saya oleskan salep agar tidak terlalu meninggalkan bekas," ucap Yudistira dengan mengulas senyum maklum. "Tapi saya yang merasa nggak enak dengan Mas. Apa begini saja saya

