Andri hanya dapat terdiam karena rasa terkejutnya. Bagaimana mungkin wanita yang sedang dipenjara dapat berdiri di hadapannya dengan seringai bak iblis. "Kenapa diam saja, Om? Koq kelihatannya kayak nggak suka ketemu lagi sama aku. Padahal dulu Om sangat antusias sekali," ucap Hanie yang semakin melebarkan senyumnya dan membuat Andri gemetar. Pria itu melirik di sekeliling mereka berdua, cepat sekali Hanie membawanya ke parkiran yang kebetulan sedang tidak ada orang. Jam makan siang sudah berlalu, karena itu membuat suasana di supermarket cukup sepi. Di dalam sana saja hanya ada beberapa orang apalagi di parkiran dengan cuaca yang sangat panas seperti ini. "Untung saja aku belum menikahkan Yudis sama wanita licik seperti kamu," ucap Andri dengan mata menyalang. Hatinya boleh takut tapi

