"Semoga Yudistira segera membaca pesanku," gumam Rianti dengan pelan saat melihat Vidya sudah tidak menjerit lagi, namun peluh yang bercucuran dari sela pori-pori kulit Vidya sangat deras dan membasahi blouse yang dikenakan olehnya. Andri yang duduk di depan Vidya melirik dari kaca spion yang ada di depan Darto untuk mengecek situasi Vidya, dalam hati Andri berdoa agar istri sang putra dapat melahirkan dengan selamat. Karena Andri tak dapat membayangkan akan sehancur apa Yudistira jika Vidya bernasib sama dengan Hanna. Perjalanan yang sebenarnya cepat terasa lama dan mencekam karena ketegangan yang semakin pekat. Seorang pengunjung wanita di supermarket tadi berbaik hati menemani Vidya karena merasa kasihan dengan Rianti yang harus merawat 2 orang sakit sekaligus. "Mbak, jangan tidur Mb

