Mahadewan dengan sisa kewarasannya itu mendekat perlahan, tangannya sampai mengepal melihat bagaimana Arunika bergerak hingga riak air mengaburkan sesuatu yang berada dibawahnya. Tapi karena ia tengah dikendalikan oleh nafsu dan juga Hasrat, semuanya tampak terlihat jelas. Bagaimana bulat indah kecil yang selalu pas digenggamannya, tampak memerah ujungnya. Apa Arunika memainkannya sampai lecet? Dan dibawah sana, salah satu tangannya terselip diantara paha entah sedang apa. Yang jelas, Arunika berada dibawah sesuatu yang membuatnya tidak sadar, membuatnya mendamba sentuhan. Kepalanya terkulai lemas di pinggiran bathub, mata menatap dengan sayu tampak memohon. “Pak… ahhh… tolong bantu…. Gatal…. Dibawah rasanya gak nyaman, Bapak… tolong….” Mahadewan yang semula dipengaruhi alkohol itu lang

