Hangat yang Membara

2322 Kata

Mahadewan datang ke acara pernikahan temannya dengan langkah yang tidak terburu-buru, tetapi jelas tidak penuh antusias. Jika bukan karena sahabat dekatnya yang mengadakan resepsi malam itu, ia tidak akan pernah meluangkan waktu untuk hadir di tempat seperti ini sebab terlalu ramai, terlalu berisik, terlalu… tidak perlu. Gedung itu berdiri megah di tengah kawasan elite Bali, fasadnya diterangi lampu kristal yang menggantung seperti gugusan bintang buatan. Pilar-pilar tinggi menjulang di pintu masuk, dilapisi marmer putih yang memantulkan cahaya malam dengan dingin. Karpet merah terbentang panjang, diapit deretan bunga segar yang disusun terlalu sempurna untuk sekadar dekorasi. Segala sesuatu di tempat itu berbicara tentang uang, koneksi, dan reputasi, dunia yang sebenarnya tidak asing bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN