Berebut Arunika

2594 Kata

Karena sudah terlalu malam, makan malam akhirnya dilakukan di villa masing-masing. Suasana di ruang makan terasa jauh lebih tenang dibandingkan saat mereka bersama keluarga besar tadi. Meja panjang dari kayu solid itu hanya diisi oleh tiga orang Mahadewan di ujung, Arunika di sisi kanan, dan Noelle yang duduk di pangkuan ayahnya dengan tubuh setengah bersandar, matanya sudah berat sejak awal. Lampu gantung dengan cahaya keemasan menggantung rendah di atas meja, memantulkan bayangan lembut di permukaan piring-piring putih yang tersusun rapi. Dari luar, suara ombak terdengar samar, seperti irama yang menenangkan, namun di dalam ruangan, hanya suara sendok dan napas pelan Noelle yang terdengar. “Buka mulut,” ujar Mahadewan datar sambil menyuapi. Noelle membuka sedikit, lalu malah tertawa k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN