Jalan Takdir

2781 Kata

Karena Eyang Adipati akan melukis bersama teman-temannya pagi itu, suasana vila di sisi timur, bagian yang menghadap langsung pada pertemuan garis laut dan rimbun hutan tropis itu terasa lebih hidup dari biasanya. Di sana berdiri sebuah gazebo luas tanpa dinding, hanya ditopang tiang-tiang kayu tua yang mengilap, beratap sirap gelap dengan ujung-ujung melengkung anggun. Lantainya dari kayu ulin yang dipoles halus, hangat disentuh cahaya matahari yang menembus sela dedaunan. Dari sisi kanan, hamparan laut tampak berkilau tenang, sementara di sisi kiri, hutan hijau berdiri lebat, menciptakan keseimbangan yang nyaris terlalu sempurna untuk nyata. Dua pria lanjut usia yang usianya hanya terpaut beberapa tahun dari Eyang Adipati sudah lebih dulu duduk di sana, masing-masing di hadapan kanvas b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN