Dalam Genggaman Hangat

2694 Kata

“Sayanggggg!” suara Candra langsung terdengar begitu Arunika masuk ke penthouse. Perempuan itu berjalan cepat dari arah ruang makan, wajahnya penuh kecemasan yang langsung berubah menjadi lega saat melihat Arunika pulang. Tanpa menunggu jawaban, Candra memeluknya hati-hati, seolah Arunika terbuat dari kaca. “Ibu khawatir sama kamu. Bagaimana skripsinya? Lancar? Kamu pusing? Sudah makan di luar? Jangan bilang belum makan ya, Nak.” Arunika yang masih memegang tas hanya bisa tersenyum canggung dalam pelukan itu. “Aku baik-baik saja, Bu. Skripsinya… ya, ada revisi lagi. Tapi nanti aku kerjakan pelan-pelan.” Belum sempat Candra menjawab, Noelle sudah berlari kecil dari arah ruang keluarga dan langsung memeluk kaki Arunika. “Mamaaa! Noelle kangen!” serunya, wajahnya menengadah dengan mata berb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN