Serpihan yang Berlalu

2813 Kata

Proses bimbingan pagi itu berjalan begitu cepat hingga Arunika sendiri hampir tidak percaya. Pak Surya yang kemarin masih keras kepala dan penuh sanggahan, kini duduk dengan rapi, membaca lembar demi lembar dengan lebih tenang, bahkan beberapa kali mengangguk tanpa banyak komentar. Koreksi yang diberikan pun tidak lagi berputar-putar, melainkan langsung pada inti. Tidak sampai satu jam, semua revisi yang tersisa disepakati, dan dengan satu tanda tangan di halaman pengesahan sementara, skripsi Arunika dinyatakan siap diajukan ke pembimbing satu. “Sudah bagus, Arunika,” ucap Pak Surya sambil merapikan berkas. “Tinggal sinkronisasi kecil dengan Bu Evi. Saya rasa tidak ada masalah berarti.” Arunika menatap lembar itu beberapa detik, lalu mengangguk pelan. “Terima kasih, Pak.” “Dan… maaf unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN