Seingat Arunika, pria di sampingnya itu bukan tipe yang mudah terusik oleh hal-hal sepele. Ia selalu terlihat terkendali, tenang, bahkan ketika situasi menuntut emosi. Namun ada beberapa momen yang tidak bisa ia lupakan, yaitu potongan kecil yang terasa janggal ketika disusun menjadi satu. Wajah Mahadewan Jagat yang menegang saat berita tentang Calista muncul di layar, atau gumaman samar nama itu ketika tubuhnya lemah karena demam. Hal-hal kecil yang dulu tidak ia pahami, kini terasa lebih jelas, lebih tajam, dan entah kenapa… lebih mengganggu. Dan di dalam mobil mewah yang melaju tenang sore itu, Arunika hanya bisa menatap ke depan sambil memeluk dirinya sendiri dalam diam, menyadari betapa posisinya di sisi pria ini masih begitu… tidak pasti. Masih… menyayangi mantannya? Interior mobil

