Kita Nggak Bisa Punya Anak Bersama

1548 Kata

Abi bertolak pinggang di dalam kamar, saat melihat hasil karyanya. Sebuah kamar, yang sudah Abi beri tempat tidur, hiasan lampu tidur dan juga sticker yang bisa menyala ketika gelap. Di atas tempat tidur itu juga, semua mainan serta boneka yang hendak Abi berikan kepada Nasya waktu itu, sudah tersusun rapi. Kamar ini, sekarang adalah kamarnya Nasya. Hanya tinggal menaruh beberapa figura saja di dinding kamar ini dan selesai sudah. Rumah singgah, untuk anaknya. Atau bisa dibilang adalah rumah masa depan anaknya. Setelah selesai. Abi pergi untuk mencuci tangan dan meminum sebotol air mineral, yang memang ia beli saat di jalan tadi. Hari liburnya, ia habiskan di sini saja. Ia sibukkan dirinya, hingga lupa dengan orang yang seharusnya menjadi penghuni kamar ini. Tadi pagi, saat istrinya b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN