Abi melangkah dan memasuki kamarnya bersama Meisya. Tidak seceria tadi siang. Abi nampak kusut dan juga berantakan. "Mas? Kenapa?? Kok lesu banget kayaknya," tanya Meisya pada saat pintu dibuka. "Nggak apa-apa," jawab Abi dengan langkah kaki yang gontai. Hilang sudah semangat Abi yang kemarin. Kehampaan itu malah datang lagi. Bahkan sekarang, ia malah merasakan kesedihan sampai dua kali lipatnya. Sedih tidak bisa memiliki anak bersama dengan istrinya. Sedih juga, karena kehilangan anak semata wayangnya itu, yang belum lama ini ia ketahui tentang keberadaannya. Sekarang, ia harus mencari kemana anaknya? Tanpa pesan dan tanpa diberitahu sama sekali, ia malah ditinggalkan begini. "Mas, mau aku buatin teh?" tanya Meisya dan Abi pun menggeleng. "Nggak usah. Aku mau ganti baju dan langsun

