Bab 21 — Tetap Melayani

1617 Kata

Ayu's PoV Mataku berat sekali, rasanya belum lama tertidur. Tapi, aku tak bisa menolak keinginan suamiku. Dengan mata menyipit, aku melihat jam yang menunjukkan pukul setengah satu malam. Baru satu setengah jam'an aku tertidur. Pantas saja begitu mengantuk. Aku tadi tidur sekitar jam 11'an setelah membersihkan diri. Rakha ke kamar sekitar jam 9 lewat dan tadi terasa begitu lama sampai lelaki itu menyatukan tubuh kami. Mungkin karena dia banyak bicara juga hingga lama. Pertama kali melakukan itu, perihnya sungguh yang luar biasa. Rakha tak memberikan ampun sedikit pun. Berhasil menerobos masuk, dia tampak mengabaikan rasa sakitku. Demi Tuhan, rasanya sangat lah perih serasa mengoyak bagian dalam inti tubuhku itu. Tapi, peduli apa lelaki itu? Air mata yang mengungkapkan kesakitanku, diab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN