Aku sudah sampai di rumah tempat aku dulu tinggal. Kina sudah tertidur di kamarnya, begitu pun dengan Dafi. Tapi pikiranku terus tertuju pada Ardito dan pertanyaannya tadi... "Itu alasan kamu mau menikah denganku." Ardito memang sudah tahu sejak awal alasan aku menerima pernikahan ini. Tapi tetap saja, rasanya aneh saat dia sendiri yang bertanya langsung. Aku merasakan punggung tanganku digenggam oleh seseorang. Aku menoleh—Ardito. "Kamu gak pulang?" Itu yang terucap dariku. "Kenapa kamu malah menanyakan hal itu ke aku?" Aku menatapnya, bingung. "Aku tahu rumah ini sederhana, kamarku kecil. Aku akan tidur di sini malam ini. Kamu pulang aja." "Kamu ngusir aku, Amira? Aku gak akan pergi dari sini tanpamu." Kenapa ucapannya terkesan romantis sekali? Aku bahkan tak menyangka akan men

