Aku bersama dengan Dito sekarang masih berada di dalam mobil. Hanya berdua saja, sedangkan pikiranku tertuju pada pria tua yang tiba-tiba muncul lagi di kehidupanku. Bahkan kalau adik-adikku sampai tahu, pasti mereka akan merasa sangat murka. "Aku lihat dari tadi sepertinya kamu banyak pikiran, Amira." "Tumben sekali kamu perhatian sama aku?" Aku melihat Dito yang terlihat berbeda dari biasanya. Apa benar yang dikatakan oleh Gita kalau Dito sudah mulai punya rasa denganku? Kalau begitu, usahaku sudah hampir berhasil membuat dia jatuh cinta dan melupakan si Polisa. "Jangan GR kamu, aku hanya bertanya aja." "Dan itu bukan urusan kamu!" Aku memalingkan wajah dari Dito dan dia juga terlihat tidak peduli padaku, malah konsentrasi menyetir mobilnya. Tidak mungkin juga kalau Gita menyukaiku

