Pagi yang begitu cerah, secerah diriku yang kini bangun di pagi hari. Badanku terasa begitu sangat pegal karena Dito bermain panas denganku semalam. Pria arogan itu benar-benar menguras tenagaku. Dito bahkan masih terlelap dalam tidurnya. Aku memutuskan untuk memakai bajuku dan mungkin saja aku akan membuat sarapan untuknya. Berjalan menuju dapur dan bertemu dengan Bi Darmi dan juga Bi Wika. Mereka pagi ini sudah pada rajin. Tidak heran jika Dito mempekerjakan mereka berdua. “Lagi mau masak apa, Bi?” tanyaku pada Bi Wika. “Ini Nyonya, saya masih bingung mau masak apa untuk sarapan. Beruntung ada Nyonya ke sini. Jadi, Nyonya mau makan apa?” tanya Bi Wika dengan sopan. Sementara itu, Bi Darmi sedang menyapu dan membersihkan tempat lainnya. Mereka berdua memang sering berbagi tugas begit

