Tak lama berselang terdengar suara lift berdenting pelan, mereka bersama-sama menoleh pada pintu lift yang terbuka kemudian. “Papa!” seru Youra kegirangan melihat ayahnya datang, serta merta dia pun beranjak dan berlari pada Darren. Darren pun merasa lega melihat Youra dalam keadaan baik-baik saja, dia memeluknya dengan penuh rasa rindu seolah mereka tidak bertemu selama berminggu-minggu. “Kamu baik-baik saja ‘kan, Sayang?” tanya Darren seraya memeriksa keadaan putrinya itu. Youra hanya mengangguk menjawabnya, matanya menyiratkan banyak kalimat yang ingin segera dikatakannya pada Darren, namun anak itu tidak berani bicara karena ada Evelyn dan Elma mengawasi mereka. Darren bisa melihat itu, dia mengalihkan pandangannya pada dua wanita yang ada di sana. “Aku ke sini untuk menjemput Y

