Darren tertegun mendengar ucapan Widi, dia tersenyum tipis. “Apa Mama nggak tahu kalau keluarga Ryuzaki yang menaungi universitas tempat aku bekerja adalah keluarga terpandang yang terkenal di Jepang dan juga di sini?” katanya. Widi mengerjap. “Itu beneran?” ujarnya. Darren berbalik sambil tersenyum lebar. “Iya, tapi sepertinya mereka termasuk keluarga yang mempunyai kehidupan ganda,” tuturnya. “Kehidupan ganda seperti apa?” tanya Widi penasaran. “Ya, di satu sisi mereka seperti dewa penolong bagi orang yang kesusahan, tapi di sisi lain jika ada satu hal saja yang membuat mereka tersinggung atau tidak berkenan, maka habislah!” Widi menelan saliva mendengarnya. “Mungkin Mama bersyukur kita termasuk kepada golongan orang yang kesusahan itu!” ujarnya. Darren tersenyum seraya mengang

