Darren sadar jika dia mulai emosi, tapi itu tak lebih karena dia begitu merindukan kekasihnya itu. Tak ingin jika suasana tidak mengenakkan ini berlangsung lebih lama, pria itu kemudian memilih untuk berbaring saja dan memejamkan mata sambil menenangkan hatinya. “Apa kamu baik-baik saja? Maaf, Sayang, aku hanya cemas!” ucapnya sambil menatap potret Alexa di tangannya. “Aku mengerti, justru aku yang minta maaf sama kamu!” balas Alexa. Kembali mereka terdiam setelahnya. “Darren?” panggil Alexa. “Ya, Sayang?” sahut Darren dengan mata terpejam. “Aku ingin mendengar suaramu,” ucap Alexa. “Saat ini kita juga sedang bicara, Alexa!” kata Darren, tak mengerti dengan permintaan kekasihnya itu. Hening sejenak. “Aku ingin mendengar desahanmu!” Darren seketika membuka mata, seiring dengan bu

