Darren memang disibukan dengan tugas barunya selain menjadi dosen di universitas Ryuzaki. Tapi sesibuk apapun, pikirannya selalu tertuju pada Alexa. Dia gelisah karena beberapa hari ini bahkan lewat seminggu kekasihnya itu sepertinya sedang sibuk dan menolak untuk melakukan panggilan video, hanya membalas pesannya saja. “Mungkin dia memang sedang sibuk di sana, kamu jangan berburuk sangka dulu!” kata Widi menenangkan putranya. Darren menghela nafas dalam-dalam kemudian mengangguk. “Iya, Ma!” jawabnya singkat tak tahu harus berkata apa. “Papa sedih, ya?” ujar Youra, gadis kecil itu mendongak menatap ayahnya yang duduk setengah melamun di kursi makan. Darren pun menoleh padanya, kemudian segera meraihnya naik ke pangkuannya. “Youra sendiri bagaimana? Kangen nggak sama Tante Alexa?” tan

