Pagi menjelang, suasana di rumah Alexa terlihat sedikit ramai kali ini. Terlihat ada beberapa mobil hitam terparkir di halaman, serta banyak laki-laki berpakaian serba hitam berjaga di luar gerbang. Di dalam rumah, orang-orang itu juga sibuk membersihkan ruangan yang beberapa jam lalu terlihat kacau. Tapi Eiji sudah tak terlihat dimanapun, mereka sudah membawanya pergi dari situ. Di lantai atas, di kamar Alexa. Tampak tiga orang berada di sana, salah satunya adalah Ken yang duduk bersimpuh di lantai dengan kepala tertunduk dalam. Pria setengah baya dengan tubuh penuh tato itu kini pasrah di hadapan Alexa yang terbaring di atas kasur. “Alexa,” ucap Ken dengan suara bergetar, tangannya mengepal erat di atas pangkuannya. “Jika kau memintaku untuk mengakhiri hidup, maka aku akan melakukan

