Harakiri.

1134 Kata

“Papa tidak akan melakukan itu!” teriak Eiji lagi, menangis memohon agar Ken berubah pikiran. “Ini adalah bentuk belas kasihan kami terhadapmu, Eiji. Kau tidak mau melakukannya, maka itu jadi kewajiban bagi ayahmu untuk melakukan hukuman padamu!” tukas salah satu tetua dengan suara lantang. Ken menarik bilah pedang itu dengan air muka mengeras menahan kesedihan, digenggamnya bilah pedang itu dengan kedua tangannya lalu mengangkatnya tinggi-tinggi. Eiji terus memberontak dan berteriak meminta pengampunan dari ayahnya itu. Tapi bagi Ken, kesalahan Eiji sudah melewati batas dan baginya tidak ada kesempatan lagi bagi putranya itu untuk menebus kesalahan. Suatu pemikiran yang sudah terpatri di dalam kepalanya, karena pengaruh adat istiadat dan keteguhan memegang keyakinan sebagai seorang ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN