Lift itu bukannya naik ke atas melainkan turun, Darren bisa merasakannya meski panah di atas kepalanya menuju ke atas. Dan rasanya hanya sebentar karena hanya dalam beberapa detik saja lift-nya berhenti dan bartender itu mempersilahkannya untuk keluar. “Amber ada di sini!” kata bartender itu. Darren mengerutkan kening, kewaspadaannya sudah meningkat lima kali lipat sejak lift itu berhenti. Tapi kemudian dia terdiam ketika melihat Amber muncul dari dalam ruangan. “Selamat datang, Pak Dosen. Mari masuk!” ucapnya tersenyum ramah. Darren tertegun melihat penampilan Amber yang kini terlihat lebih normal sebagai seorang gadis biasa, dengan celana Jogger dan sweater yang dipakainya. Perlahan Darren melangkah keluar mengikuti Amber. “Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Darren. Amber menole

