Alexa pun seketika tertegun mendengarnya, teringat pada gadis kecil itu. “Apa jadinya jika dia melihat ayahnya pulang dalam keadaan penuh luka seperti ini? Dan aku lah yang jadi penyebabnya!” ucap Alexa lirih. Darren menggeleng. “Jangan berpikir ke sana. Youra dan Mama pasti kaget melihat keadaan aku, tapi mereka tidak akan menyalahkan kamu, Sayang!” katanya sambil merangkul bahu Alexa. Alexa tersenyum tipis mendengarnya, dia mengangguk mengiyakan supaya Darren juga tidak mengkhawatirkannya. Mereka keluar dari rumah sakit, terlihat Ali sudah menunggu di luar di samping mobilnya. Dia sigap membantu membukakan pintu mobil ketika Darren dan Alexa datang menghampirinya. “Terimakasih!” ucap Darren, sedikit merasa tidak nyaman dengan perlakuan hormat dari Ali meski dia tahu jika lelaki itu

