Darren dana Alexa terdiam dengan tegang menunggu jawaban dari Raiden dan juga Sekar, untuk memberikan restu kepada mereka. “Bagaimana, Pa?” tanya Alexa. Sejenak Raiden menoleh pada Sekar, yang mana rupanya istrinya itu pun menunggu jawabannya. Tapi secepat itu kemudian dia tersenyum, lalu menggeleng sambil beranjak berdiri dari tempatnya. Ketiga orang yang tegang menunggu jawaban pun hanya bisa melongo melihat pria yang usianya sudah lewat setengah baya itu pergi begitu saja dari hadapan mereka. “Bunda?” ucap Alexa menatap Sekar dengan penuh tanya. Tapi yang ditatap juga sepertinya sama sekali tidak memiliki petunjuk bagaimana sikap Raiden sebenarnya. “Sebentar Bunda bicara dulu dengan Papamu, kalian istirahat dulu dan obati Darren dengan baik!” kata Sekar tersenyum, sambil menyentuh

