Ken mengeratkan rahangnya melihat Eiji akhirnya terkapar pingsan di tengah arena, namun dia mengangkat tangannya mencegah ketika anak buahnya akan beranjak membantu putranya itu. “Biarkan dia sampai bangun sendiri!” tukasnya tersenyum. Raiden tertawa kecil, tak habis pikir dengan cara Ken memberi pelajaran pada Eiji. “Kasihan, angkat dan obati saja dia!” ujarnya. Ken menggeleng, “Cara mendidikku yang berbeda, Eiji harus tahu jika di dunia ini ada hal yang tak bisa dia dapatkan dengan mudah. Aku terlalu memanjakannya sejak ibunya meninggal, dan sekarang malah berbalik tajam terhadap dirinya sendiri,” tuturnya tersenyum sendu. “Dia tidak layak bahkan jika suatu hari nanti aku wafat dan meninggalkan semuanya!” tambahnya sambil menarik nafas panjang. “Jangan bicara kematian, tidak akan

