Bertapa…

1418 Kata

Sonya menatap sang suami dengan tajam, pura-pura menolak. “Yakin, mau nolak pesona suamimu ini, hmm?” bisiknya dengan tangan mulai berselancar ke tubuh sang istri. “Mas—jangan buat aku kena marah Nenek, karena tidak mengormatinya, mau kamu di kasih petuah sama Nenek berjam-jam seperti pertama kali aku kerumah ini?” tanyanya menatap sang suami. “Tapi aku masih siap untuk memanjakanmu, aku malu karena teman-temanku mengejekku...” Wajah lesu sang suami membuat Sonya menatap tajam karena penasaran. “Kenapa kamu harus malu dengan teman-temanmu, Mas?” tanya Sonya tak mengerti. “Mereka mengejekku, mengatakan bahwa aku suami yang lemah, karena sampai saat ini aku masih belum memberikan keturunan...” jawabnya dengan wajah lesu, mengingat kembali kalimat Sean sahabatnya yang akan mendapat bay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN