Romantice Haris

1512 Kata

Haris hanya mencibir sang istri yang mencoba merayunya. Dia membuka pintu dengan wajah tegang. “Bisa tidak mengetuk pintu pakai etika, hah?!” kalimatnya terhenti seketika, dia terperangah menatap sosok yang ada di hadapannya. “Nenek...” panggilnya lirih dengan wajah bersemu merah, karena malu. “Haris. Jam segini kau bahkan belum mandi? Kau sudah janji menjemput Nenek. Cucu nakaaall!!” ucap sang nenek sembari menjewer telinga Haris dengan geram. “Aww!! Sakit Nek...” teriak Haris sembari meringis menahan sakit karena cubitan sang nenek. “Sonya, ajak suamimu mandi wajib. Sudah jam segini masih saja...” ucap nenek mendengkus kesal. “Seperti tidak ada waktu lain saja...” “Ayoolah Nek, jangan marah. Haris hanya terlambat bukan lupa akan janji. Namanya juga pengantin baru, lagian kami belum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN