Tak hanya Haris, Matthew juga terlihat sangat kawatir, berkali-kali dirinya menghela nafas panjang, untuk pertama kalinya seumur hidup dia berdoa agar Tuhan menolongnya kali ini, karena dia telah berjanji layaknya ksatria, dia tak ingin menarik kalimat yang telah dia lontarkan. “Sonya. Aku adalah pria yang bersiap melangkah dengan tegap untuk mencintai dan melindungimu. Aku berjanji akan membuatmu bahagia. Kau bisa pergi bersamaku untuk semua cinta yang akan aku sembahkan untukmu…” ucap Matthew menatap Sonya penuh kawatir dengan jawaban wanita hamil yang berdiri menoleh kearahnya. “Sonya, aku adalah suami-mu, aku adalah ayah dari anak yang sedang kamu kandung, aku tahu, waktu yang telah kau lalui bersamaku tidaklah mudah, terlebih di awal pernikahan kita, banyak rasa sakit yang pernah ak

