“Perutmu sakit, Sayang?! Kau harus istirahat dan jangan banyak berfikir, percayalah aku mampu membahagiakanmu melebihi siapapun. Jadi kau tak perlu kawatir, meski kau telah menikah dan sedang hamil, aku tetap mencintaimu, dan kelak jika anak itu lahir aku akan mencintainya seperti aku mencintaimu tanpa berubah sedikitpun. Semua akan aku berikan kepadamu demi kebahagiaanmu, Sonya. Mengertilah, aku sangat-sangat menginginkanmu…” bisiknya sembari mengelus perut Sonya, meski Sonya sudah menepis tangan kekar pria itu, tapi tampaknya Matthew masih tetap tak memperdulikannya. Dia tetap bersikeras untuk terus memberikan yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin demi mendapatkan perhatian dan cinta wanita yang mampu membuatnya berfikir tentangnya dan merasa menginginkan wanita itu dengan sangat.

