Saat itu, di kota Jakarta terlihat Tanya sedang mengunjungi rumah ibu Sonya dengan balutan amarah yang memuncak membuhu hatinya. “Heh! Wanita tua penyakitan! Kamu seharusnya ajarkan putrimu itu etika dan sopan santun agar tidak jadi perebut sepertimu! Dasar w*************a! Wanita berhato iblis! Kau sodorkan kehamilanmu dari pria lain kepada kakekku yang bodoh itu! Jangan kau pikir aku tidak tahu! Aku tahu semuanya dari mama…” teriak Tanya histeris sembari menendang barang-barang yang ada di rumah milik ibu Sonya. Wanita tua itu hanya diam dan mengeluarkan air mata. Sesekali isakan tangisnya terdengar hingga membuat bahunya terguncang. “Kau diam saja? Itu tandanya kau itu salah, w************n!! Jadi kau bahkan tidak memiliki sepatah katapun untuk membela diri. Dan sekarang terjadi pada

