Bab 135. Secercah Harapan

1130 Kata

Ponsel Edward berdering—nomor yang tak asing, tapi membuat jantung Edward seketika berhenti. Suara asisten Bastian yang terbata-bata di ujung sana mengabarkan sesuatu yang membuat dunia Edward runtuh: tuannya kini terbaring lemah di rumah sakit, penyakit lama yang lama terpendam kini kembali menghantam dan kondisi pria tersebut kritis. Edward tercekat, matanya membelalak menatap layar ponsel. Panik yang mendera wajah suaminya seketika menular ke Kania. Hatinya berdegup keras, suaranya gemetar saat bertanya, "Ada apa?" "Sayang … Pak Bastian berada rumah sakit. Kondisinya kritis," ujar Edward, suaranya bergetar. Seketika, rasa cemas mengombang-ambing jiwa Kania, bingung dan takut menyatu dalam kekalutan yang sulit diungkapkan. Dia juga manusia, punya hati yang tak mungkin kebal terhadap k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN