Bab 56

729 Kata

Pagi itu suasana rumah terasa sedikit berbeda. Tidak ada ketenangan lembut seperti hari-hari sebelumnya. Udara tetap sama, cahaya matahari tetap masuk melalui jendela besar ruang makan, tetapi ada sesuatu yang menggantung di antara mereka—sesuatu yang tidak terlihat, namun terasa jelas. Kirana sudah berada di dapur sejak pagi seperti biasa. Namun kali ini gerakannya tidak sehalus biasanya. Sedikit lebih cepat. Sedikit lebih kaku. Ia menata sarapan di meja makan tanpa banyak bicara. Piring-piring disusun rapi, teh hangat dituangkan, dan obat untuk Murni sudah disiapkan di tempatnya. Murni sudah duduk di kursinya. “Pagi, Kirana.” “Pagi, Mbak.” Jawaban Kirana singkat. Tetap sopan. Namun tidak sehangat biasanya. Murni memperhatikan sekilas, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Langka

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN