Sabtu malam datang lebih cepat dari yang Kirana bayangkan. Sejak pagi ia sudah mencoba meyakinkan dirinya bahwa pergi menonton film hanyalah kegiatan biasa. Tidak ada yang salah dengan itu. Tidak abda yang melanggar batas selama mereka berhati-hati. Namun semakin mendekati malam, perasaan gelisah justru semakin terasa jelas di dadanya. Rumah terlihat seperti biasanya. Murni sudah lebih dulu masuk ke kamarnya setelah makan malam karena tubuhnya masih mudah lelah. Tora berada di ruang kerja di lantai bawah, sibuk dengan beberapa dokumen dan panggilan telepon yang berkaitan dengan bisnisnya. Rafan sejak sore sudah berada di luar rumah, katanya ingin bertemu teman sebentar sebelum menjemput Kirana. Kirana berdiri cukup lama di depan lemari pakaiannya sebelum akhirnya memilih gaun sederhana b

