122 | Seperti Mengada-ngada

2304 Kata

"Nggak mampir dulu?" tanya Seruni di detik sabuk pengamannya Jagat bantu lepaskan, termasuk dengan jaket. "Itu betulkan dulu kancing baju kamu, nanti dikira habis ngapa-ngapain sama yang lihat." "Emang habis ngapa-ngapain, kan? Ya, walau cuma kiss dan kissmark." Jagat mangap-mingkem. Wanita yang dirinya cintai kali ini begitu frontal, blak-blakan. Jantung Jagat jadi sering dar-der-dor everywhere everytime. "Pokoknya, pakai lagi kancingnya. Nggak enak dilihat orang tua kamu nanti salah paham." "Mas nggak mikirin itu waktu nerjang bibirku, tuh." Sabar, Ya Allah. Jagat senyum. "Sekarang pun penginnya Mas serang lagi bibir kamu." Pintar betul bicaranya. Meski demikian, Seruni manut memasangkan lagi kancing teratas yang saat di rumah pengantin baru sempat dirinya buka. Padahal, toh, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN