“Saudara Jagat, saya akan membimbing ijab kabul. Pastikan lafaz diucapkan jelas dan dalam sekali tarikan napas,” ucap pak penghulu. Tegang. Dalam dudukannya yang mendebarkan itu Jagat mengangguk. Sejenak menarik napas pelan, lalu menatap ke arah wali nikah, yakni Papi Galaksi. Di kepala Jagat dan Seruni telah dipakaikan selendang putih, tanda bahwa akad akan segera dimulai. Seruni duduk menunduk, ini pernikahan kedua walau bersama mempelai yang tak beda, rasanya tidak sama. Kali ini lebih intens rasa dari debaran di dadaa. Lebih keras desir darahnya. Agak gugup sejujurnya, hanya memang tersamarkan oleh ketenangan yang melekat di diri Seruni tanpa terkecuali. Lalu pak penghulu mulai membimbing Papi Galaksi mengucapkan ijab, yang setelahnya dipersilakan berjabat tangan dengan calon menan

