125 | Restu

2223 Kata

"Hati-hati ...." "Uni!" Oh, langsung lepas cekalan Jagat di pinggang Seruni kala tadi tubuh satu sama lain saling bertubrukan tanpa sengaja. Sejenak mencipta desir dan debar yang sama, bersama sorot mata ke mata saling intens. Namun, ada yang menegur di belakang. Suaranya garang. Jagat tahu itu vokal milik Mami Ancala. "Ngapain pada di pintu terus? Uni, masuk!" Ah, iya. Seruni hendak masuk memang. Tentu Jagat mau keluar. "Mas pulang dulu." Begitu ucapnya. Seruni mengangguk, tak ada patah kata. Dia manut pada gertakan mami untuk lekas masuk. So, Jagat melenggang setelah pamit sekali lagi. Kunjungannya kepada anak-anak telah usai untuk hari ini. Dapat Seruni dengar suara dengkusan mami. Beliau pun berbalik dan Seruni mengikuti. Semalam dia memberi tahu papi dan mami bahwa Jagat ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN