“Kenapa sekarang? Kenapa nggak dulu aja kamu sayang-sayang anak kami dan nggak bikin Uni mengalami hal terburuk di pernikahan?!” Kekesalan itu meluap. Efek menahan diri dari empat tahun lalu, membuncah ketika mendengar si pemberi luka bagi Seruni meminta kembali. Oh, yang benar saja! "Dan untuk apa lagi? Mau kamu buat kayak gimana lagi anak perempuan saya?!" Sampai membentak, menyebut diri dengan sebutan 'saya' yang terdengar sangat berjarak. Bukan hanya itu, Jagat pun telah disiramnya dengan teh hangat. Tepat jatuh melibas d**a. Cangkir teh tadi pun kala diletakkan sampai menghasilkan bunyi denting emosi. Tampaknya memang seemosi itu Mami Ancala mendengar soal rujuk dari Jagat atas Seruni. Terlepas dari empat tahun sudah berlalu, tetapi rasanya di hati Ancala yang merupakan seoran

