Akhirnya ... acara selesai. Seruni bisa bernapas lega sekarang, bisa terbebas dari jeratan make up dan gaun pengantin, lalu bisa lanjut rebahan meluruskan pinggang—mengistirahatkan kaki. Ini yang ditunggu-tunggu. Seruni memasuki mobil pengantin, tentu bersama Jagat dan si kembar. Mereka kelihatan capek, sudah begitu—uhuk, uhuk! Zero batuk. Nah, nah. "Es terus!" sambar Seruni. "Ncim, Mami," seloroh Zein. "Bukan es." "Ncim itu es. Es krim! Ada esnya. Sama-sama dingin. Lihat! Zero batuk-batuk, kan, sekarang?" Seruni mengomel di sepanjang jalan pulang. Mobil dikemudikan pak sopir. Zero dipangku Jagat, sementara Zein dipangku Seruni. Jagat usap-usap kepala anaknya, menunduk menatap Zero yang batuk. Dia lalu ambil air minum, tersedia mineral di sini. "Minum dulu, Sayang." Zero manut.

